Konflik Amerika Dan Iran, Berpotensi Meluas Ke Ranah Siber

by -21 views

DuniaCyber.org – Serangan Iran ke pihak AS berpotensi meluas ke wilayah siber. Hal ini dikatakan oleh pakar keamanan siber Pratama Persadha. Konflik ini kemungkinan diikuti negara-negara lain maupun kelompok-kelompok tertentu.

Ia mengatakan, agar Indonesia tidak terseret dalam serangan siber, masyarakat perlu menghindari pemakaian VPN (virtual private network) dari negara-negara yang sedang berkonflik beserta sekutunya.

“Pernyataan Trump memperkuat perkiraan, saat ini sedang terjadi cyberwarfare antara kedua negara, yang kemungkinan besar diikuti oleh negara-negara lain maupun kelompok-kelompok tertentu,” ujar Pratama dilansir Antara di Jakarta, Kamis (9/1).

Dalam sejarah pertikaian Iran, AS dan Israel, Pratama mengatakan selalu melibatkan saling retas, saling serang sistem — yang paling terkenal adalah serangan stuxnet dari Israel yang menargetkan sistem nuklir Iran. Texas dilaporkan telah menerima serangan siber lebih dari 10 ribu kali sejak 6 Januari 2020.

Website Program Penyimpan Federal (The Federal Depository Library Program) juga diserang dengan mengubah tampilan situs menjadi tampilan bendera Iran, foto pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan gambar wajah Donald Trump dengan mulut berdarah karena ditinju oleh Pengawal Revolusi Iran.

Menurut Pratama, secara umum agar masyarakat dunia melihat, serangan dilakukan dengan cara melakukan deface ke website yang dimiliki pemerintah, maupun perusahaan yang mereprestasikan negara tersebut.

About Author: admin

Gravatar Image
Seorang pemuda yang senang dengan berbagai macam informasi dunia siber dan juga penikmat kartun anime

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *